Setiap tahun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki program kampanye tahunan; Anti Corruption Film Festival (ACFFEST). Ajang ini membuka ruang bagi para sineas untuk menyalurkan karyanya dan meningkatkan kreativitasnya melalui karya film pendek.
Tahap-tahap yang dilalui dari program ACFFEST ini cukup panjang, dari mulai pitching ide cerita, hingga distribusi yang dibawah pengawasan ACFFEST. Menjadi tantangan lebih sebenarnya untuk para sineas karena selain seleksi yang cukup ketat para sineas harus juga menyamakan visi dengan ACFFEST agar kampanye program antikorupsi juga berjalan dengan baik.
Selain itu, film yang berhasil lolos untuk diproduksi mendapatkan bimbingan dari beberapa sutradara yang sudah cakap. Khususnya untuk film Hitler Mati di Surabaya yang disutradarai oleh Dhamar Gautama dimentori oleh Kamilia Andini dan Makbul Mubarak.
Film Hitler Mati di Surabaya merupakan film dengan durasi sekitar 15 menit yang mengisahkan tentang kehidpan seorang penjaga makam bernama Mitro yang berubah sejak pemakaman yang dia jaga, Makam Ngagel, mendapatkan sebuah penemuan yang menggemparkan karena salah satu makamnya adalah salah satu fasisme terbesar pada abad 20 yaitu Hitler.
hasil dari proses yang panjang itu dan cerita yang menarik serta gagasan yang didukung kuat menghasilkan karya yang baik, salah satunya pencapaian tahun ini adalah Hitler Mati Di Surabaya lolos pada Nominasi Film Cerita Pendek Terbaik 2024
Film Hitler akan bersaing juga dengan beberapa karya yang lain seperti yang tertera pada gambar diatas, tidak dapat dipungkiri bahwa Hitler Mati Disurabaya berusaha menawarkan pemikiran yang berusaha membuka mata kita akan abuse of power (penyelewengan kekuasaan) dalam masyarakat mikro serta berusaha membedah wacana nasionalisme dan berupaya pula memberikan gambaran bahwa tidak sedikit masyarakat kecil itu abai dengan sejarah.






